Kata Siapa Kerja di Google Enak?


Lingkungan nomor satu bersih, ramah, and nyaman hingga makanan free. Juga sebagai raksasa teknologi, Google sukses menciptakan pandangan penduduk luas bahwa bekerja di perusahaannya yaitu sebuah aspek bagus yang patut dibanggakan. Benarkah Google bagai surga?

Jawabannya, tidak.

Satu buah forum tanya jawab Quora dimanfaatkan oleh orang-orang yg pernah dan tetap bekerja di Google hingga sekarang ini utk sharing pengalaman, senang dan duka mereka.

Salah satu orang eks teknisi Google mengungkapkan, Google tentu dipenuhi oleh pekerja 'tak biasa' yang agung  berasal dari universitas 10 besar terbaik di dunia & memiliki tidak sedikit ide dan kemampuan untuk produk Google.

"Sangat banyak orang penuh talenta yg bersemangat bekerja di sekitaran Anda. Satu tantangan yg pasti, Anda mesti dengan cara terus-menerus membuktikan bahwa Anda bukanlah orang 'bodoh' & pemalas," menurutnya, mengutip web Business Insider.

Dulu mantan teknisi peranti lunak Google pula curhat, bahwa perusahaan hanya peduli dgn peningkatan kinerja yang mampu diukur.

"Peningkatan atau pertumbuhan apapun yg tak dapat diukur oleh metrik secara nyata, tentu tidak dapat dihargai," menurutnya.

Google memiliki sudut positif, adalah menciptakan para karyawannya produktif bersama segudang pekerjaan. Elemen ini namun berbalik menjengkelkan, sebab diakui seseorang karyawan, bakal teramat sulit mengambil hari libur di akhir pekan.

"Aku belum pernah melihat siapapun itu di Google yang betul-betul membawa hri libur di akhir pekan atau sengaja cuti buat berlibur," ungkapnya.

Kemudian curhat dari mantan karyawan lain ialah, Google merupakan perusahaan yg amat sangat agung. Para pekerja di sana merupakan entitas mungil yg sama-sama merajut perusahaan supaya lebih baik lagi.

"Google terlampaui agung. Saya bekerja di sana selama tiga tahun and memang susah meninggalkan perusahaan yg tenar ini. Akhirnya aku berani resign lantaran ada satu alasan absolut: sbg individu, pengaruh keberadaan aku buat perusahaan amat mungil," papar salah satu mantan karyawan.

Kritik & curhat lainnya tentang pengalaman kerja yang tak melulu enak di Google pernah juga menyoroti bahwa rata-rata  karyawan tidak dapat bekerja dengan cara remote, area kerja yang sempit, dan etika  Google yang menyukai merekrut orang baru yang sama.

"Perusahaan sering merekrut orang-orang yg sama. Latar belakang sama, asal sekolah atau universitas yang sama, ketertarikan yang sama. Percaya atau tak, tak semuanya menarik," kisah salah seorang karyawan.

Related Posts

Kata Siapa Kerja di Google Enak?
4/ 5
Oleh