Waspadalah! Bisnis Yang Menebar Kebencian di Internet

Waspadalah! Bisnis E-hate yang Menebar Kebencian di Internet - Bisnis E-hate adalah sebuah bisnis di internet yg bertujuan untuk mendapatkan banyak KEUNTUNGAN dengan cara memprovokasi dan menebar kebencian di dunia maya. Melihat semakin merebaknya Facebook Fans Page, Website/ blog, akun #media sosial penebar kebencian demi kepentingan bisnis, saya mencoba untuk membahas tentang bisnis E-hate ini.

Waspadalah! Bisnis Yang Menebar Kebencian di Internet

Kemungkinan masih banyak masyarakat Indonesia yg belum mengetahui apa itu bisnis E-hate, karena sampai saat ini belum ada satupun yg bisa menjabarkan bisnis E-hate secara jelas. Menurut Urbandictionary.com Ehate atau E-hate adalah lawan kata dari “dicintai” atau “dikagumi” di internet. Secara tidak resmi, kata ini juga didefinisikan sebagai seseorang atau sekelompok orang yg tidak disukai oleh komunitas online. Kata ini (E-hate) secara tidak sengaja diciptkan oleh pengidap disleksia pada Newstoday community.

Bisnis ini (E-hate) adalah sebuah bisnis online yg bertujuan untuk mencari keuntungan dengan cara menebarkan kebencian yg menyasar kepada seseorang atau instansi melalui media internet. Target E-hate ini bisa siapa saja, yg penting bisa memberikan penghasilan langsung ataupun tidak langsung kepada si penebar kebencian tersebut.

Kegiatan E-hate Mudah Ditemukan di Internet


Kegiatan E-hate ini banyak sekali kita temukan di internet, terutama di media sosia seperti Facebook dan Twitter. Sebuah rumor yg dibawa oleh para pembenci, lalu kemudian disebarkan oleh orang-orang tertentu, kemudian diterima mentah-mentah oleh sebagian pengguna internet yg terlalu ‘LELAH’ dalam menggunakan logika.

Tidak ada yg tahu pasti kapan bisnis E-hate ini mulai muncul, dan tidak jelas juga siapa yg menjadi perintisnya di Indonesia. Yang pasti, bisnis ini terlihat nyata pada masa-masa pemilihan presiden dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Mereka yg menjalankan bisnis E-hate ini sangat pintar dalam memanfaatkan para Followers mereka di media sosial dalam mencari uang dengan cara yg tidak etis, yaitu menebar kebencian. Semakin banyak pembenci, maka si pebisnis E-hate akan semakin untung.

Bagaimana ‘Mereka’ Menjalankan Bisnis Ini?


Para pelaku bisnis E-hate ini melakukan gerakannya dengan cara membuat konten (tulisan, image, dan lainnya) yg bertujuan untuk memprovokasi. Mereka tidak perduli apakah data itu benar atau tidak, yg penting bisa menghasilkan sebuah kebencian para netter. Bahkan para pelaku bisnis E-hate ini mampu menciptakan sebuah propaganda analis yg kemudian membuat para pembaca tertipu dan suka rela menyebarkan konten tersebut di internet. Bukan hanya itu saja, para pembaca kerap naik darah atas konten E-hate ini sehingga menciptakan banyak komentar dan menjadi viral di media sosial.

Seiring dengan semakin banyaknya komentar dan viral di media sosial, maka tentu saja akan semakin banyak para haters (pembenci) yg berdatangan pada konten tersebut. Ini kemudian akan membuat nilai jual tulisan atau akun si pebisnis E-hate akan semakin meningkat dan harganya akan sangat tinggi. Akun atau website si pebisnis E-hate akan sering ‘ditongkrongi’ oleh para haters lainnya. Jika sudah begini, maka proses promosi produk lainpun akan semakin mudah, misalnya untuk berjualan baju, pulsa, mencari donatur, menerima jasa pasang iklan, dan lain-lain.

Website jaringan penyedia jasa pemasangan iklan, misalnya Google Adsense, kemungkinan besar tidak bisa melacak sumber trafik yg datang ke sebuah portal/ blog karena sebenarnya Google sangat menentang konten yg menebar kebencian. Akhirnya website si pelaku bisnis E-hate akan ramai pengunjung dan website tersebut menjadi populer di internet.

Topik Yang Sering Diangkat Para Pelaku Bisnis E-hate


Topik yg sering diangkat oleh para pelaku bisnis E-hate adalah yg berkaitan dengan Agama dan Politik. Seperti kita ketahui, banyak sekali perbedaan pendapat pada kedua topik ini (Agama dan Politik) dan sangat sulit untuk mengajak seluruh pembaca untuk berpikir logis. Selain kedua topik ini, para pebisnis E-hate juga mengangkat topik lain, namun tidak seefektif topik Agama dan Politik dalam menghasilkan banyak haters.

Bagi para pebisnis E-hate ini, menebar kebencian melalui topik Agama dan Politik bukanlah hal yg sulit. Ibaratnya, cukup hanya menyulut sebuah api kecil saja, nanti konten tersebut akan meledak dengan sendirinya. Mereka membolak-balikkan sebuah fakta sehingga sangat sulit menganalisa kebenarannya. Bahkan bila tulisan yg diciptakan ternyata terbukti bohong, para pelaku E-hate ini punya jurus “NGELES” untuk menghindar.

Tanpa disadari, para pengguna internet yg sudah saling debat argumen tidak mendapatkan apa-apa. Malah rasa marah dan benci di dalam dirinya semakin menggerogoti hati dan pikirannya dari hari ke hari. Di sisi lain, si pebisnis E-hate mendapatkan keuntungan, ia menjadi terkenal dan mendapatkan berbagai tawaran yg bisa menghasilkan uang, misalnya menjual space iklan mahal di website atau Fans Page miliknya.

Para pebisnis E-hate seringkali membuat konten yg berisi fitnah terhadap orang-orang terkenal, tokoh yg memiliki banyak fans, figur yg memiliki banyak pendukung maupun pembenci. Semakin kamu terpengaruh dan tersulutu emosi oleh tulisan mereka, maka mereka akan semakin senang dan merasa sukses. Bagi pebisnis E-hate, menebarkan kebencian demi popularitas dan uang adalah hal yg wajar.

Bagi kamu pengguna internet, sebaiknya hati-hati dalam mencerna informasi yg bertebaran di berbagai media online. Menebar kebencian adalah hal yg bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat. Bukan hanya diri sendiri yg akan terkena dampaknya, tapi masyarakat luas juga akan terimbas. Semoga artikel ini memberikan pencerahan bagi kita.



Sumber Artikel : maxmanroe.com

Related Posts

Waspadalah! Bisnis Yang Menebar Kebencian di Internet
4/ 5
Oleh

1 komentar:

11 Maret 2016 10.56 delete

Oh jadi gitu yah cara kerja pebisnis curang, makasih gan sudah di beritahu.

Reply
avatar