BYOD percepat adopsi layanan cloud

Fenomena Bring Your Own Device (BYOD) mulai menggeliat di Indonesia pada 2009 dan terus tumbuh hingga tahun ini 2016, yang mana karyawan dan perusahaan mulai merasakan keuntungan signifikan dengan memiliki akses ke email kantor dari perangkat pribadi mereka, seperti smartphone dan tablet PC.

 Bring Your Own Device

BYOD percepat adopsi layanan cloud


Pendiri Indonesian Cloud Forum, Teguh Prasetya, mengungkapkan tren tersebut akan berdampak pada kelangsungan usaha di dunia maupun di Tanah Air khususnya, baik dari sisi penyediaan perangkatnya, layanan jaringan akses hingga aplikasi dan konten yang merupakan konsekuensi daripada adanya tren tersebut.

"Tren BYOD juga diproyeksi lebih cepat lagi semakin meluasnya adopsi layanan cloud publik maupun private di Indonesia, sehingga sangat dibutuhkan pembahasan yang komprehensif bagi pelaku usaha mengenai end-to-end security, back-end support, single sign-on authentication, hingga seamless integration dengan multiple device tersebut," ujarnya, Kamis (16/5).

BYOD adalah tren pekerja professional yang membawa perangkat mereka sendiri untuk bekerja dan mengakses aplikasi kantor.

"Para pekerja yang menggunakan perangkat bergerak untuk sarana bekerja diprediksi mencapai 1,2 miliar di tahun 2013 ini dan merepresentasikan sekitar 35% dari seluruh pekerja di seluruh dunia," kata Teguh.

Sementara menurut Direktur e-Business Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, Azhar Hasyim, faktor yang perlu diperhatikan dalam tren Bring Your Own Device ini ialah semakin meningkatnya perangkat yang karakteristiknya semakin memudahkan pola aplikasi yang tersinkronisasi antara perangkat dengan pusat aplikasi cloud server.

"Tak bisa dipungkiri, kondisi ini merupakan dampak dari meningkatnya tuntutan perusahaan yang tengah menghadapi kompetisi bisnis yang kian ketat, serta semakin meningkatnya kebutuhan untuk para pekerja agar selalu aktif dan tetap terhubung," tuturnya.

Related Posts

BYOD percepat adopsi layanan cloud
4/ 5
Oleh