Kisah inspirasi dan menyentuh hati Presiden Termiskin di Dunia 'Jose Mujica'

Kisah inspirasi dan menyentuh hati Presiden Termiskin di Dunia 'Jose Mujica'
Hidup sederhananya menjadi pembicaraan di mana-mana di dunia ini. Jose Alberto Mujica Cordano (80), meski sudah lengser menjadi Presiden Uruguay per 1 Maret 2015, dunia tetap membicarakan dan menjulukinya 'presiden termiskin di dunia'. Ini sekelumit kisah Pepe, demikian panggilan akrabnya, saat menjadi presiden. Berikut ini adalah Kisah Jose Mujica, Presiden Termiskin di Dunia yang Menyentuh Hati.

Jose Mujica Donasikan 90% Penghasilannya
Jose Mujica Donasikan
Gaji Jose Mujica sejak menjabat sebagai presiden sejak 2010 adalah US$ 12 ribu atau Rp 116 juta per bulan. Jose Mujica mengambilnya, namun menyumbangkan 90-an persen penghasilannya untuk beramal kepada warga yang miskin dan membutuhkan. Mujica hanya menyisakan US$ 800 atau Rp 7,7 juta gajinya, nyaris seperti rata-rata pendapatan per kapita Uruguay, US$ 775 atau Rp 7,5 juta, demikian dilansir dari New York Times dan BBC.

Pada tahun 2010, saat menjadi presiden, Mujica wajib melaporkan harta kekayaannya, semacam Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Indonesia. Ternyata, diketahui kekayaannya berjumlah US$ 1.800 atau Rp 17,4 juta, itu pun 'hanya' nilai dari mobil VW Kodok lawas tahun 1987 miliknya.

Kekayaan hanya VW (Volkswagen) tua
Jose Mujica cars
Cerita menarik tentang VW kodok tuanya ini, Mujica pernah mengatakan dia mendapat tawaran US$1 juta atau sekitar Rp12 miliar untuk menjual mobil Volkswagen Beetle tuanya dari Syekh Arab. Dia mengatakan kepada majalah Busqueda jika dia menerima tawaran itu, uangnya akan digunakan untuk membantu yang miskin. Apakah Mujica melepas mobilnya?

Nyatanya, hingga lengser, 1 Maret 2015, Mujica masih setia dengan VW kodok tua birunya. Brian Sumadi melalui Facebook BBC Indonesia menanyakan, "Kenapa bapak harus memakai mobil yang sudah tua, padahal di kebanyakan negara lain para presiden berlomba lomba memakai mobil bermerek canggih hingga ada yang anti bom?" Pepe, yang dikenal sebagai 'presiden termiskin di dunia', menjawab bahwa ia dapat pergi ke mana saja tanpa perlindungan ketat karena dilindungi rakyat saat menjabat sebagai presiden.

Mujica, mantan gerilyawan sayap kiri yang merampungkan masa jabatannya akhir Februari lalu, tetap tinggal di rumahnya yang sederhana dan tidak tinggal di istana presiden selama menjabat. Dia mengatakan, "Saya tidak khawatir tentang itu (keamanan saya) karena saya dilindungi oleh rakyat saya," katanya.

Menolak tinggal di istana, tak dijaga paspampres
Menolak tinggal di istana, tak dijaga paspampres
Mujica tinggal di rumah peternakan milik istrinya di pinggiran Montevideo. Alih-alih seperti Istana, rumah peternakan ini bisa dibilang bertipe 'RSS' alias rumah sangat sederhana. Cucian tampak tergantung di luar rumahnya, tampak sumur di halaman rumahnya yang ditumbuhi rumput liar. Dari sumur itu sumber air rumah tangga Mujica terpenuhi.

Jangan bayangkan pula ada sekompi Paspampres berjaga ketat. Rumah Mujica hanya dijaga 2 orang polisi serta beberapa anjing milik Mujica, salah satunya Manuela yang berkaki tiga. Jangan bayangkan pula ada kepala pelayan atau kepala rumah tangga yang bisa melayani dan memasak apa saja seperti layaknya rumah kepala negara.

Mujica dan istrinya bekerja sendiri memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk menggarap tanah pertanian mereka dengan bercocok tanam bunga krisan untuk dijual. Maklum, profesi asli Mujica adalah petani.

Dekat dengan rakyat
Dekat dengan rakyat
Mujica juga dikenal dekat dengan rakyat. "Saya bisa berjalan bebas di jalan-jalan dan mendapat dukungan banyak orang. Tetapi tentu saja, saya tidak mendapat dukungan dari setiap orang," demikian dilansir BBC, edisi Rabu (6/5/2015).

"Presiden bisa pergi ke bar dan beli minuman atau kopi dan warga negara seperti yang lainnya juga. Tidak ada yang lebih dari lainnya," kata Mujica menjawab pertanyaan Brian Sumadi, salah seorang pembaca BBC Indonesia.

"Bagi kami, tidak ada jarak antara politisi dan rakyat. Dan inilah tradisi, bukan sesuatu yang saya terapkan. Saya tahu ada presiden lain yang mengemudi mobilnya sendiri," tambahnya. "Saya ingin mempertahankan gaya republikan di masyarakat Uruguay karena saya merasa cara ini adalah yang terbaik."

Cara pandang soal korupsi
Cara pandang soal korupsi
"Apakah seseorang pernah mencoba menyogok Anda? Apa Anda pernah membantu teman mendapat pekerjaan (dengan menggunakan kekuasaan Anda)?" begitu bunyi salah satu pertanyaan pembaca BBC dalam laman Facebook. Pepe menjawab bahwa dia pernah membantu orang mendapat pekerjaan, tetapi atas alasan kemanusiaan.

Ada dua orang yang dia bantu mendapat pekerjaan. Pertama, seorang pria berusia 74 tahun, teman Pepe yang kini telah meninggal. Seorang lainnya ialah teman yang menyandang difabel mental. "Itu selama saya mengabdi kepada publik, sekitar 20 tahun. Selain dari itu, saya membantu siapa saja."
"Saya selalu mengatakan kepada para pengusaha: 'Jika kalian mendengar ada pejabat yang meminta suap tetapi tidak melapor pada saya, hubungan kita akan berakhir."

Tempaan hidup dan Pandangan soal kemiskinan
Tempaan hidup dan Pandangan soal kemiskinan
Saat menjadi gerilyawan, Mujica memang akrab dengan lingkungan yang keras, tertembak 6 kali dan dipenjara 14 tahun. "Penjara dan siksaan di masa lalu membuat saya menemukan kekuatan terdalam di diri saya," kata Presiden Uruguay Jose Alberto Mujica Cordano kepada BBC.

Dari 14 tahun masa hukuman, selama dua tahun lamanya ia ditempatkan di dasar sebuah sumur. Sepanjang waktu itu, praktis lebih dari setahun Mujica tak pernah mandi. Ia bercerita, di lubang itu cuma berteman dengan seekor kodok kecil, serangga, serta tikus dan berbagi remah-remah roti dengan mereka. Seorang kawannya, Henry Engler, mahasiswa kedokteran, akhirnya mengalami gangguan mental sebelum mereka dibebaskan pada 1985.

Saking pedihnya penderitaan yang dialami dan tak ingin hal yang dialaminya terulang kepada orang lain, Mujica mengaku tak lagi punya rasa benci dalam jiwanya. "Yang tersisa tinggal cinta," ujarnya. Sebagai tahanan politik, dia kemudian dibebaskan pada 1985. Tempaan hidup yang keras ini membantu membentuk pandangan dan cara hidupnya.

"Saya dijuluki 'presiden termiskin', tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin itu adalah mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi gaya hidup yang mahal, dan selalu ingin lebih dan lebih. Ini hanyalah masalah kebebasan, jika Anda tak memiliki banyak keinginan, Anda tak perlu bekerja seumur hidup seperti budak untuk memenuhinya. Dan dengan begitu Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri," tutur Mujica.

Mujica juga seorang vegetarian, dan dia sangat mendukung kebijakan penggunaan energi terbarukan seperti tenaga angin dan biomassa. Namun ada juga kebijakannya yang kontroversial seperti legalisasi ganja dan aborsi.

Di balik kebijakannya yang kontroversial itu, sekali lagi Mujica menegaskan bahwa gaya hidup seperti ini adalah pilihan hidupnya. "Ini adalah suatu pilihan bebas," tutur pria kelahiran 20 Mei 1935 ini.


Sumber : http://news.detik.com

Related Posts

Kisah inspirasi dan menyentuh hati Presiden Termiskin di Dunia 'Jose Mujica'
4/ 5
Oleh

2 komentar

29 Oktober 2015 05.57 delete

weh, sangat menginspirasi banget :)

Reply
avatar
29 Oktober 2015 20.56 delete

Bersahaja sekali ya? Inspiratif,... semoga pemimpin2 di negeri ini banyak yang terinspirasi dari beliau...

Reply
avatar